Monday, 9 December 2019

Skenario Pembelajaran di Kelas


SKENARIO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PENGARUH METODE PEER-CORRECTION TERHADAP PENGEMBANGAN CERITA RAKYAT KE DALAM BENTUK CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS X SMK DIPONOGORO 1
Kompetensi Dasar     :
3.8 Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.
4.8 Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.
Alokasi Waktu           : 2 x 45 menit
Indikator                    :
3.8.1  Menjelaskan persamaan dan perbedaan isi dannilai-nilai dalam cerpen dan cerita rakyat.
4.8.1 Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.
4.8.2 Mempresesntasikan, menanggapi, dan merevisi teks cerpen yang disusun.
Materi
1. Unsur pembangun dalam cerita rakyat.
2. Unsur pembangun dalam cerita pendek.
3. Gaya bahasa.
4. Kata arkais (kuno).
Sumber Belajar
1.      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2.      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
3.      Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemendikbud.
4.      UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri)
Pengalaman Belajar
1.      Pengalaman menentukan pilihan dilakukan secara individu. Tujuan pemberian pengalaman ini untuk mengenali metakognisi dilakukan di luar jam tatap muka (sebelum hari pertemuan tatap muka)
1)      Guru meminta tugas kepada siswa untuk memilih cerita rakyat yang akan dikembangkan menjadi cerita pendek.
2)      Masing-masing siswa diminta membaca atau menyimak cerita rakyat yang akan dikembangkan menjadi cerita pendek.
3)      Masing-masing siswa diminta mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerita pendek.
2.      Pengalaman mengkontruksikan pengetahuan. Tujuannya adalah agar siswa mengalami sendiri dalam mengkonstruksikan pengetahuan dari materi yang diberikan guru. Pengalaman ini diberikan pada jam tatap muka
1)      Siswa bersama teman sebangkunya diminta membentuk kelompok dan mendiskusikan komponen yang ada dalam cerita rakyat dan cerita pendek. Satu siswa bertindak sebagai juru bicara dan yang lain sebagai pencatat.
2)      Setiap perwakilan kelompok diminta memaparkan komponen cerita rakyat dan cerita pendek.
3)      Guru memberikan contoh unsur-unsur pembangun cerita rakyat.
Unsur Instrinsik
1)    Tema
2)    Alur
3)    Latar
4)    Tokoh dan Penokohan
5)    Sudut Pandang
6)    Amanat
Unsur Ekstrinsik
1. Budaya serta nilai-bilai yang dianut.
2. Tingkat pendidikan.
3. Kondisi sosial di masyarakat.
4. Agama dan keyakinan.
5. Kondisi politik, ekonomi, hukum dll.
4)      Guru memberikan contoh unsur-unsur cerita pendek.
Unsur interinsik
a. Tema
b. Alur (Plot)
c. Setting atau latar
d. Tokoh Atau Pelaku
e. Penokohan (perwatakan)
f. Sudut Pandang (Point of View)
g. Amanat atau pesan
Unsur ekstrinsik
a. Latar belakang masyarakat
b. Latar belakang pengarang
3.      Pengalaman melakukan tindakan objektif dalam menilai hasil karya individu lain. Tujuannya adalah agar siswa terbiasa bertindak objektif mengetahui secara pasti kesalahan dan kelebihan karya individu lain. Pengalaman ini dilakukan pada jam tatap muka pertemuan kedua.
1)      Guru meminta siswa menukar hasil cerpen yang telah dikembangkan dari cerita rakyat dengan teman sebangkunya. Tujuannya agar siswa mengetahui bahwa individu yang akan melakukan penilaian dilakukan secara objektif.
2)      Siswa secara individu diminta mengoreksi pekerjaan teman sebangkunya secara objektif.
3)      Guru menjelaskan dengan proyeksi, bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa.
4)      Siswa diminta mengembalikan kembali hasil cerpen yang telah dikembangkan dari cerita rakyat kepada temannya.
5)      Setiap individu diminta memperbaiki cerpen yang telah dikoreksi oleh teman sebangkunya.
4.      Pengalaman menyampaikan dan mempertahankan pendapat serta menerima pendapat orang lain. Tujuannya adalah untuk membiasakan siswa untuk lancar berbicara dan santun dalam menyampaikan dan mempertahan pendapat dan menerima pendapat orang lain. Pengalaman ini diberikan pada jam tatap muka pertemuan kedua.
1)      Setiap kelompok diminta perwakilan untuk tampil di depan kelas untuk mempresentasikan hasil cerpen yang sudah didiskusikan.
2)      Siswa lain menanggapi presentasi individu tersebut
3)      Hasil cerpen dikumpulkan kepada guru
Evaluasi
1.      Instrument Authentic Assessment
a.       Membaca cerita rakyat
b.      Komponen cerita pendek
c.       Outline cerita pendek
d.      Penulisan cerita pendek
e.       Penyuntingan cerita pendek
f.       Pemaparan
2.      Penilaian
a.       Bentuk penilaian
b.      Pedoman penskoran

No comments:

Post a Comment

Skenario Pembelajaran di Kelas

SKENARIO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENGARUH METODE PEER-CORRECTION TERHADAP PENGEMBANGAN CERITA RAKYAT KE DALAM BENTUK CERITA PENDEK PADA...