SKENARIO PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
PENGARUH METODE PEER-CORRECTION TERHADAP PENGEMBANGAN
CERITA RAKYAT KE DALAM BENTUK CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS X SMK DIPONOGORO 1
Kompetensi Dasar :
3.8
Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.
4.8
Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai.
Alokasi Waktu : 2
x 45 menit
Indikator :
3.8.1 Menjelaskan
persamaan dan perbedaan isi dannilai-nilai dalam cerpen dan cerita rakyat.
4.8.1
Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan
isi dan nilai-nilai.
4.8.2
Mempresesntasikan, menanggapi, dan merevisi teks cerpen yang disusun.
Materi
1.
Unsur pembangun dalam cerita rakyat.
2.
Unsur pembangun dalam cerita pendek.
3.
Gaya bahasa.
4.
Kata arkais (kuno).
Sumber Belajar
1. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Bahasa
Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Bahasa
Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. Suherli,
dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemendikbud.
4. UKBM
(Unit Kegiatan Belajar Mandiri)
Pengalaman Belajar
1.
Pengalaman
menentukan pilihan dilakukan secara individu. Tujuan pemberian pengalaman ini
untuk mengenali metakognisi dilakukan di luar jam tatap muka (sebelum hari
pertemuan tatap muka)
1) Guru
meminta tugas kepada siswa untuk memilih cerita rakyat yang akan dikembangkan
menjadi cerita pendek.
2) Masing-masing
siswa diminta membaca atau menyimak cerita rakyat yang akan dikembangkan
menjadi cerita pendek.
3) Masing-masing
siswa diminta mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerita pendek.
2.
Pengalaman
mengkontruksikan pengetahuan. Tujuannya adalah agar siswa mengalami sendiri
dalam mengkonstruksikan pengetahuan dari materi yang diberikan guru. Pengalaman
ini diberikan pada jam tatap muka
1)
Siswa bersama teman sebangkunya
diminta membentuk kelompok dan mendiskusikan komponen yang ada dalam cerita
rakyat dan cerita pendek. Satu siswa bertindak sebagai juru bicara dan yang
lain sebagai pencatat.
2)
Setiap perwakilan
kelompok diminta memaparkan komponen cerita rakyat dan cerita pendek.
3)
Guru memberikan contoh unsur-unsur
pembangun cerita rakyat.
Unsur Instrinsik
1) Tema
2) Alur
3) Latar
4) Tokoh
dan Penokohan
5) Sudut
Pandang
6) Amanat
Unsur Ekstrinsik
1. Budaya serta nilai-bilai yang
dianut.
2. Tingkat pendidikan.
3. Kondisi sosial di masyarakat.
4. Agama dan keyakinan.
5. Kondisi politik, ekonomi, hukum
dll.
4)
Guru memberikan contoh
unsur-unsur cerita pendek.
Unsur
interinsik
a.
Tema
b.
Alur (Plot)
c.
Setting atau latar
d.
Tokoh Atau Pelaku
e.
Penokohan (perwatakan)
f.
Sudut Pandang (Point of View)
g.
Amanat atau pesan
Unsur
ekstrinsik
a.
Latar belakang masyarakat
b.
Latar belakang pengarang
3.
Pengalaman
melakukan tindakan objektif dalam menilai hasil karya individu lain. Tujuannya
adalah agar siswa terbiasa bertindak objektif mengetahui secara pasti kesalahan
dan kelebihan karya individu lain. Pengalaman ini dilakukan pada jam tatap muka
pertemuan kedua.
1) Guru
meminta siswa menukar hasil cerpen yang telah dikembangkan dari cerita rakyat
dengan teman sebangkunya. Tujuannya agar siswa mengetahui bahwa individu yang
akan melakukan penilaian dilakukan secara objektif.
2) Siswa
secara individu diminta mengoreksi pekerjaan teman sebangkunya secara objektif.
3) Guru
menjelaskan dengan proyeksi, bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa.
4) Siswa
diminta mengembalikan kembali hasil cerpen yang telah dikembangkan dari cerita
rakyat kepada temannya.
5) Setiap
individu diminta memperbaiki cerpen yang telah dikoreksi oleh teman
sebangkunya.
4.
Pengalaman
menyampaikan dan mempertahankan pendapat serta menerima pendapat orang lain.
Tujuannya adalah untuk membiasakan siswa untuk lancar berbicara dan santun
dalam menyampaikan dan mempertahan pendapat dan menerima pendapat orang lain.
Pengalaman ini diberikan pada jam tatap muka pertemuan kedua.
1) Setiap
kelompok diminta perwakilan untuk tampil di depan kelas untuk mempresentasikan
hasil cerpen yang sudah didiskusikan.
2) Siswa
lain menanggapi presentasi individu tersebut
3) Hasil
cerpen dikumpulkan kepada guru
Evaluasi
1. Instrument
Authentic Assessment
a. Membaca
cerita rakyat
b. Komponen
cerita pendek
c. Outline
cerita pendek
d. Penulisan
cerita pendek
e. Penyuntingan
cerita pendek
f. Pemaparan
2. Penilaian
a. Bentuk
penilaian
b. Pedoman
penskoran
No comments:
Post a Comment